Sikap Terhadap Penguasa

Di zaman sekarang, banyak sekali informasi yang bias sehingga banyak isu di masyarakat tentang pemerintahan. Ada yang pro, ada juga yang kontra. Yang saya perhatikan, orang-orang yang kontra dengan pemerintah dan melontarkan kritik cukup banyak, termasuk ustadz. Pertanyaannya, apakah perlu mengkritik penguasa di sosial media dengan harapan ada perubahan? Anggap saja ada 100 kebijakan pemerintah, mau tidak mau pasti ada saja yang menurut kita tidak sesuai. Bisa jadi 10, 20, 30, bahkan lebih dari 50. Pertanyaannya, tidak sesuai menurut siapa? Apakah menurut ahli? Atau menurut pengamatan pribadi hasil konsumsi berita-berita dan sosial media?

Ketika mengikuti beberapa studi tentang investasi, geopolitik, dan yang sejenisnya, saya menyimpulkan banyak sekali kebijakan pemerintah yang dinilai salah oleh masyarakat, bahkan menjadi olok-olok. Untuk menyulut emosi masyarakat Indonesia, cukup mudah sebenarnya. Tinggal sebarkan berita-berita dari para oposisi, atau media yang rajin mengkritik pemerintah seperti Temp*. Dengan membaca berita kritik terhadap pemerintah, sudah cukup menurunkan wibawa pemerintah agar tidak perlu didukung, bahkan jika perlu diejek. Sebagian orang menjadikan pemerintah sebagai bahan ejekan setiap hari, tanpa mempertimbangkan dampaknya.

Dampaknya sangat besar, negara yang terlihat “tidak akur” antara rakyat dan pemimpin, cenderung dihindari para investor untuk berbisnis di negara tersebut. Akhirnya, para investor ketakutan, karena menganggap negara tersebut tidak stabil secara politik. Akibatnya, ketika investor lari, yang menjadi susah justru rakyat itu sendiri, mereka akan sulit mencari kerja dan persaingan terkadang mulai tidak sehat. Kesulitan mencari kerja juga menyebabkan tumbuhnya aksi premanisme seperti para ormas yang ingin menguasai lahan parkiran serta minta THR dengan memaksa.

Oleh karena itu, Islam mengatur ketat kritik terhadap penguasa tidak dilakukan secara sembarangan sehingga menimbulkan kebencian. Islam tidak membenarkan penguasa 100%, tidak juga menghinakannya. Semuanya diatur agar terjadi maslahat yang jauh lebih besar.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *