Kita sering kali dicekoki musik-musik, film-film, cerita-cerita fiktif di novel, dan berita-berita viral yang terjadi di sosial media. Tanpa kita sadari, semuanya ternyata mempengaruhi jiwa dan cara pandang kita terhadap dunia. Tidak hanya itu, terlalu banyak mengkonsumsi informasi yang sebenarnya tidak dibutuhkan pasti membuang banyak waktu yang seharusnya bermanfaat. Bayangkan, ketika datang hari hisab, ternyata catatan amal penuh dengan hal sia-sia yang tidak produktif bagi dunia maupun akhirat.

Menakjubkan, ketika seseorang sibuk dengan Al-Qur’an, waktunya menjadi berkah. Namun perlu diingat, Al-Qur’an bukanlah kitab nyanyian yang hanya kita baca dengan suara indah, tajwid sempurna, namun sama sekali tidak memahaminya. Al-Qur’an adalah kalamullah yang berisi peringatan dan kabar gembira. Membaca Al-Qur’an harus disertai dengan tadabbur, ketundukkan hati, dan pengamalan.

Ketika seseorang disibukkan dengan musik-musik, film-film fiksi, berita-berita yang tidak ada habisnya, jangan heran psikologinya juga akan ikut berubah. Dia akan memandang dunia ini segala-galanya, dan dia tenggelam di dalam lautan angan-angan. Kegiatan sehari-hari hanya berulang-ulang antara bekerja, ibadah ala kadarnya, kemudian mencari hiburan. Ya, memang ibadah dilakukan, namun “ala kadarnya”, yaitu sebatas menghapus kewajiban dan tidak fokus memperbanyak amal lainnya.

Contohnya, si Fulan mendengar musik setiap hari. Apa yang dia dengar? Apakah musik religi terus menerus? Sepertinya tidak mungkin! Pasti lari ke musik cinta-cintaan, galau-galauan, atau musik yang merasa memotivasinya. Jiwa si Fulan dipenuhi khayalan yang tidak nyata dan rasa bangga diri. Seandainya waktu tersebut dialihkan untuk mendengar dan memahami Al-Qur’an, betapa banyak kebaikan yang didapatkan!

Pengaruh film lebih dahsyat lagi. Karena seseorang bisa termotivasi secara tidak realistis oleh film tersebut, atau berangan-angan secara tidak realistis. Perempuan mengharapkan pasangan se-romantis di film-film Korea, dan begitu sebaliknya. Para produsen terus memproduksi serial dan episod baru yang tidak ada habisnya.

Apa isi dari Al-Qur’an?

Bagi orang-orang yang serius mempelajarinya, Al-Qur’an sangatlah menakjubkan. Dia bukan seperti KUHP dan KUHAP yang menjelaskan hukum secara kaku, namun menjelaskan banyak hal sekaligus.

  1. Melalui kisah para Nabi, kita bisa mengetahui:
    • Beratnya dakwah yang dialami para nabi. Mereka menghadapi kaum yang keras kepala, tidak mau beriman, sombong, dan bahkan mengancam kehidupan mereka.
    • Manisnya buah kesabaran. Mereka diuji dengan ujian yang sangat berat, namun di balik ujian tersebut terdapat hikmah yang luar biasa. Misalnya Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat radiyallahu ‘anhum diuji secara bertubi-tubi di awal dakwah, namun tidak menjadikan beliau meninggalkan agama Islam. Menunjukkan Islam agama yang benar karena dibangun di atas beratnya penderitaan dan tetesan darah para syuhada. Seandainya Islam agama yang salah, tentu orang-orang tidak mau repot-repot membelanya dan mereka akan mencari kenyamanan hidup. Begitu juga apa yang terjadi pada Nabi Yusuf, Ya’qub, Ayyub, Nuh, Musa, dan yang lainnya alaihimussalam. Namun setelah diuji para rasul tersebut mendapatkan manisnya hasil kesabaran, seperti tersebarnya agama Islam, orang-orang menerimanya, dan tentu mereka menjadi orang yang sangat dihormati. Contohnya Nabi Yusuf yang tadinya bukan bangsawan menjadi bangsawan Mesir.
    • Luar biasanya akhlak mereka, tentang bagaimana cara mereka memperlakukan manusia dan memiliki kasih sayang agar manusia mendapat hidayah.
  2. Al-Qur’an menjelaskan banyak perangai orang-orang sekaligus:
    • Perangai orang beriman: Mendengar, tunduk, patuh, dan membela para rasul. Mereka juga sering memikirkan tentang besarnya kekuasaan Allah melalui ciptaan-Nya.
    • Perangai orang kafir: Menyombongkan diri, berpaling, dan tidak mau beriman meskipun melihat mukjizat yang luar biasa. Tanda-tanda kebesaran Allah mereka gunakan untuk menyombongkan ilmu dan kekuatan mereka bukan mengagungkan Allah.
    • Perangai orang munafik: Licik, penuh tipu daya, dan Allah membongkar kedok dan isi hati mereka secara detail sehingga sangat memalukan ketika dibacakan. Bayangkan seseorang sudah dengan matang membuat tipu daya ternyata orang yang hendak dia tipu mengetahuinya dan akan membalasnya secara tidak terduga, ini sungguh sangat menyakitkan. Bahkan banyak sekali Allah membuat perumpamaan terhadap orang-orang munafik yang dimana orang beriman memahami perumpamaan tersebut, sedangkan orang munafik dibiarkan dalam kebingungan.
  3. Al-Qur’an menjelaskan kejadian hari kiamat yang luar biasa:
    • Ketika manusia lari dari ayah ibunya, kakak adiknya, teman-temannya, karena saking takutnya dimintai pertanggung-jawaban.
    • Ketika manusia berdiri di hadapan Rabbul-alamin untuk dimintai pertanggung-jawaban terhadap harta, waktu, apa yang dipimpin, dan kesempatan beramal.
    • Ketika manusia dihadapkan kepada neraka dan banyak orang mengira mereka akan binasa namun sudah tidak ada kesempatan untuk menghindar.
    • Ketika manusia melihat bumi dihancurkan dengan luar biasa, gunung-gunung beterbangan dan manusia bergelimpangan.
  4. Al-Qur’an menjelaskan hukum-hukum yang bermaslahat bagi kehidupan manusia:
    • Penjagaan terhadap agama, dengan adanya jihad, rukun Islam, rukun iman, dan yang lainnya.
    • Penjagaan terhadap jiwa, dengan adanya hukum qisas.
    • Penjagaan terhadap kehormatan, dengan diharamkannya zina, menuduh orang lain berzina, ghibah, tajassus, memberi gelar buruk, memfitnah, dan menutup aurat.
    • Penjagaan terhadap harta, dengan adanya hukum potong tangan, riba, perjudian, dll.
    • Penjagaan terhadap akal, dengan diharamkannya khamr, dan di wajibkannya menuntut ilmu.
  5. Al-Qur’an menjelaskan banyak sekali tanda-tanda kebesaran Allah:
    • Luar biasanya penciptaan dan pengaturan langit dan bumi.
    • Semua yang ada di bumi maslahat bagi manusia.
    • Pergantian siang dan malam.
    • Benda-benda langit dan penjagaan dari bahaya.
  6. Al-Qur’an menjelaskan bagaimana cara kita memperlakukan dunia:
    • Bersabar terhadap ujian-ujian hidup berupa kekurangan harta, hilangnya jiwa, rasa takut, dll. Selain itu, banyaknya orang yang kafir, fasik, dan banyaknya kerusakan yang terjadi juga adalah ujian.
    • Menjadikan dunia tempat sementara untuk beramal dan mencari bekal akhirat.
    • Bersyukur terhadap karunia yang diberikan oleh Allah berupa harta, berkumpul dengan orang yang dicintai, keamanan, ketenangan, dll.
  7. Al-Qur’an menjelaskan apa yang akan diperoleh manusia setelah beramal.
    • Bagi yang berat timbangan amalnya maka tempatnya di surga penuh kenikmatan. Tidak ada kesedihan, kekhawatiran, penyesalan, rasa bosan, rasa lelah, berkurangnya nikmat, dan abadi.
    • Bagi yang ringan timbangan amalnya atau kafir maka tempatnya di neraka. Penyesalan, keputus-asaan, keterhinaan, dan siksaan yang berat dan tiada henti. Tidak ada kenikmatan sama sekali yang dirasakan, semuanya adalah rasa sakit lahir dan batin.

Semua yang ada di dalam Al-Qur’an adalah kebaikan dan keberkahan. Sedangkan yang terdapat dalam musik-musik, film-film, hanyalah cerita fiksi yang membangkitkan khayalan dan terkadang diisi dengan kekotoran. Tidak sepatutnya kita menghabiskan waktu mengkonsumsinya.

Semoga Allah jadikan kita termasuk orang-orang yang dekat dan didekatkan dengan Al-Qur’an, aamiin ya Allah ya Rabbal ‘alamin.