Sejarah Yaman

Di bagian selatan Jazirah Arab terbentang sebuah negeri yang sejak dahulu dikenal lebih subur, lebih makmur, dan lebih maju dibanding wilayah Arab lainnya. Negeri itu adalah Yaman.

Jika sebagian besar Jazirah Arab didominasi gurun pasir yang tandus, maka Yaman adalah pengecualian. Tanahnya relatif subur, memiliki lembah-lembah yang dapat ditanami, serta curah hujan yang lebih baik. Karena itulah sejak zaman kuno Yaman menjadi pusat pertanian, perdagangan, dan kekuasaan.

Dalam sejarah bangsa Arab, Yaman sering disebut sebagai pusat peradaban Arab selatan.


Negeri yang subur dan makmur

Keistimewaan Yaman pada masa lampau tidak terlepas dari sebuah karya teknik yang sangat terkenal, yaitu Bendungan Ma’rib.

Bendungan ini dibangun untuk menahan dan mengatur aliran air hujan dari pegunungan agar dapat mengairi ladang-ladang pertanian.

Dengan adanya bendungan tersebut, wilayah Yaman menjadi sangat makmur.

Kebun-kebun tumbuh hijau.

Tanaman dan buah-buahan melimpah.

Perdagangan berkembang.

Kerajaan-kerajaan besar berdiri.

Di antara kerajaan terkenal di Yaman adalah:

  • Kerajaan Saba’
  • Kerajaan Himyar
  • Kerajaan Ma’in

Nama Saba’ sendiri diabadikan dalam Al-Qur’an melalui kisah Ratu Saba’ dan Nabi Sulaiman عليه السلام.

Ini menunjukkan bahwa Yaman telah memiliki peradaban yang maju jauh sebelum masa Rasulullah ﷺ.


Kerajaan Saba’ dan kemegahannya

Salah satu kerajaan paling terkenal di Yaman adalah Saba’.

Kerajaan ini dikenal kaya, memiliki sistem pemerintahan yang teratur, dan aktif dalam perdagangan internasional.

Letak Yaman yang strategis menjadikannya jalur penting perdagangan antara India, Afrika Timur, dan wilayah utara Arab hingga Syam.

Kafilah dagang membawa:

  • rempah-rempah
  • kemenyan
  • kain
  • logam mulia
  • hasil pertanian

Kemakmuran ini menjadikan Yaman sebagai salah satu wilayah paling berpengaruh di Jazirah Arab.

Namun seperti banyak peradaban besar lainnya, kejayaan itu tidak berlangsung selamanya.


Runtuhnya Bendungan Ma’rib

Salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Yaman adalah runtuhnya Bendungan Ma’rib.

Peristiwa ini menjadi titik balik besar.

Al-Qur’an menyebutnya sebagai Sailul ‘Arim (banjir besar yang menghancurkan).

Ketika bendungan rusak, air meluap dan menghancurkan kebun-kebun serta permukiman.

Tanah yang sebelumnya subur berubah rusak.

Perekonomian melemah.

Banyak penduduk terpaksa meninggalkan kampung halaman.

Migrasi besar-besaran pun terjadi.

Banyak suku Yaman berpindah ke berbagai wilayah Jazirah Arab.

Sebagian pergi ke utara dan menetap di Yatsrib (Madinah), seperti suku Aus dan Khazraj.

Ini sangat penting dalam sirah, karena kelak merekalah yang menjadi kaum Anshar, penolong Rasulullah ﷺ saat hijrah.

Dengan kata lain, sejarah Yaman memiliki hubungan langsung dengan sejarah Madinah dan perkembangan Islam.


Masa kekuasaan Habasyah

Setelah masa kejayaan kerajaan-kerajaan Arab selatan melemah, Yaman mengalami campur tangan kekuatan asing.

Salah satu yang paling berpengaruh adalah Kerajaan Habasyah (Ethiopia/Abyssinia).

Pasukan Habasyah datang dan menguasai Yaman.

Di masa inilah muncul tokoh yang sangat terkenal dalam sejarah Islam, yaitu Abrahah.

Abrahah adalah gubernur Yaman yang diangkat oleh penguasa Habasyah.

Ia membangun sebuah gereja besar di Sana’a dengan tujuan menarik perhatian bangsa Arab agar tidak lagi berhaji ke Ka’bah di Makkah.

Namun bangsa Arab tetap memuliakan Ka’bah.

Karena marah, Abrahah memimpin pasukan besar lengkap dengan gajah menuju Makkah untuk menghancurkan Ka’bah.

Peristiwa inilah yang dikenal sebagai Tahun Gajah, tahun kelahiran Nabi Muhammad ﷺ.

Allah menggagalkan pasukan itu dengan mengirim burung Ababil yang melempari mereka dengan batu-batu kecil.

Kisah ini diabadikan dalam Surah Al-Fil.


Kekuasaan Persia di Yaman

Setelah masa Habasyah, Yaman kemudian berada di bawah pengaruh Persia (Sasaniyah).

Bangsa Persia menguasai wilayah tersebut melalui gubernur-gubernur yang ditunjuk.

Salah satu tokoh penting pada masa ini adalah Badhan, gubernur Persia di Yaman yang kemudian masuk Islam pada masa Rasulullah ﷺ.

Masuk Islamnya Badhan menunjukkan betapa pentingnya posisi Yaman dalam penyebaran Islam di awal masa kenabian.


Yaman dalam sejarah Islam

Ketika Islam datang, masyarakat Yaman termasuk di antara yang cukup cepat menerima dakwah.

Rasulullah ﷺ juga mengirim para sahabat dan utusan ke Yaman, seperti Mu’adz bin Jabal رضي الله عنه, untuk mengajarkan Islam.

Sejak saat itu, Yaman menjadi salah satu pusat penting perkembangan ilmu dan peradaban Islam.


Penutup

Sejarah Yaman adalah sejarah tentang kejayaan, kemakmuran, kehancuran, dan kebangkitan.

Dari negeri inilah lahir banyak suku Arab besar yang tersebar ke seluruh Jazirah.

Peristiwa-peristiwa penting seperti runtuhnya Bendungan Ma’rib dan serangan Abrahah memiliki hubungan langsung dengan Sirah Nabawiyah.

Memahami sejarah Yaman membantu kita melihat bahwa kelahiran Islam terjadi di tengah rangkaian sejarah panjang bangsa Arab.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *