Kurma Untuk Booster Tenaga Saat Puasa

Hidup di Indonesia, sahur memiliki budaya makan tersendiri. Orang Indoneisa biasanya memakan nasi dan lauk seperti daging, ayam, atau ikan saat sahur. Sampai-sampai saya mengira bahwa tida afdhal jika sahur tanpa makanan berat. Saya pernah mengalami situasi kesulitan mencari makan sahur (karena tidak ada yang berjualan) karena tinggal di kontrakan. Di kontrakan tersebut, tentu saya tidak memiliki peralatan masak karena keterbatasan waktu, akhirnya saya harus membeli makanan setiap hari. Ketika tinggal di Portugal, situasi menjadi semakin sulit. Bahan-bahan makanan harus dipersiapkan dengan sangat apik dan waktu istirahat saya habis di musim dingin. Hal ini membuat saya sangat kesulitan menyantap makanan sahur, dan harus mencari solusi lain. Pernah saya tidak sahur selama beberapa hari kecuali hanya minum air putih, atau saya harus membeli makanan di malam harinya. Jujur saja, saya tidak terlalu suka makanan yang dingin kemudian dihangatkan. Setiap hari, tubuh merasa lemas karena minimnya makanan yang saya konsumsi saat sahur.

Pada akhirnya, saya menemukan solusi sederhana dan sebenarnya sudah diajarkan di dalam agama, yaitu menyantap kurma saat sahur. Saya pergi ke Toserba untuk membeli beberapa kilogram kurma. Selain kurma, saya juga menyiapkan roti, pisang, dan lain sebagainya yang bisa saya siapkan dengan cepat. Ternyata, memakan beberapa butir kurma hingga perut merasa kenyang se-powerful itu, saya tidak merasa lemas sama sekali. Secara akal, kurma itu kecil namun bagaimana bisa membuat kita kenyang? Setelah kenyang, bagaimana bisa dia bisa membuat tubuh tahan lapar selama berjam-jam? Inilah letak keajaibannya. Di Portugal, jika saya malas membeli makanan di malam hari, saya merasa tenang karena sudah ada kurma. Kebiasaan itu terus saya bawa hingga sekarang, saya mewajibkan makan kurma minimal 7 butir sebelum waktu sahur habis.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *